Minggu, 08 Juli 2012

Seperti Tukang Parkir

Alhamdulillah, sungguh nikmat ini berlebih Ya Rabb... Bagi hamba yang tak tahu apa-apa memahami makrifat kehidupan.. namun syukur ini terkadang terabaikan teriring rasa sombong yang begitu dalam dan kuat yang melekat dalam hakikat kehkilafan. Diufuk timur, matahari terbenam indahnya menikmati hening malamMu ditengah sujudku merenungi segala khilafku, terpejam seketika tersentak dalam benak seandainya jantung ini tak lagi berdetak, ketika raga ini tak dapat lagi bergerak, ketika sujud ini tak dapat lagi berkiblat terbujur kaku dalam retak kehancuran tangis sanak saudara & keluarga terisak Kepada siapa lagi meminta pertolongan ketika ayah dan ibu selalu mendampingi dimana mereka ketika ajal menepak, ketika dunia yang dibanggakan dimana kepuasan itu akan menyertai. tak ada daya upaya ketika sang maut benar-benar menyapa sang nyawa... hanya amal sholeh dan hantaran doa orang-orang terdekat yang mengiringi kepergian... Belajar dari ilmu TUKANG PARKIR : Ia bukan siapa-siapa dibanding mereka yang bersibuk ria dengan dunia namun ia sangat menjaga rapi apa yang jadi amanahnya meskipun ia memiliki begitu banyak berbagai kendaraan dari yg murah, jelek (maaf), biasa saja hingga yang mahal dan mewah sekalipun namun sedikitpun ia tak pernah sombong apalagi pamer bahkan ketika tiba kendaraanya satu persatu diambil oleh sang pemilik sedikitpun ia tak punya rasa takut akan kehilangan karna ia yakin semua itu bukan miliknya, dengan sadar ia mengakui itu hanya sebuah titipan semata yang bersifat sementara dan segala sesuatu yang bukan milik kita pastilah berpulang pada pemiliknya yang sesungguhnya.. Begitupun dengan kehidupan kita apapun syariatnya yang menjadi milik kita didunia apapun itu pastilah kembali padaNya pemilik segalanya. Berserah & pasrah kan semua padaNya yang maha tau segalanya, tak usah risau dengan kepastianNya terimalah ketentuanNya dan hapuslah air matamu. “Dan sungguh Kami akan mencoba kamu dengan sesuatu dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan dan sampaikanlah berita gembira kepada orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, "Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali". (QS. Al Baqarah : 155-156) Wahai pribadiku yg lupa diri.. ikhlas itu lebih indah rasanya dan sabar itu pahala harganya jika kau benar menikmatinya... karna Allah telah benar menjanjikannya dan janjiNya sungguh berbeda dengan makhlukNya... Dari Abu Malik Al Haris bin ‘Ashim Al Asy’ari ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Suci adalah sebagian dari iman, Alhamdulillah itu dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi apa yang ada diantara langit dan bumi, Shalat itu adalah cahaya, Shadaqah itu adalah bukti iman, Sabar itu adalah pelita, dan Al Qur’an itu adalah hujjah terhadap apa yang kamu sukai ataupun terhadap apa yang kamu tidak sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang membinasakan dirinya.” (HR. Muslim) Semua ini hanya teori yang sulit ketika direalisasi, dari seorang yang tak tau diri memahami setiap jati diri... Wallahualam..
Karana setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah

0 komentar orang bijak:

Posting Komentar

 

Renunganku Template by Ipietoon Cute Blog Design