Kamis, 01 November 2012

Alamku


Alam sahabatku.. Perhiasan jagat raya ini..
Emas dan perak sekalipun tak dapat mengalahkan keindahanmu
Emas dan perak hanya akan terlihat cantik dan indah bila kepada siapa ia tersimpan
Hanya engkau yang mampu memberikan keindahan dimanapun kau terjaga dan berada
Aku tahu kau tak sekikir abu jahal.
Kau berbagi kawan denganku,
Bunga yang begitu indah dengan rupa dan warna warninya,
Rumput yang seolah tak ingin terpisahkan menemani tumbuhnya bunga-bunga
Hutan yang begitu damai dengan keseragaman daun-daun yang melambaikan hijaunya
Tanah yang selalu setia dengan warna coklat kemerah-merahannya
Air yang begitu rajinnya terus mengalir ke tepian
Langit yang begitu lapang dan berbagi birunya juga putihnya awan
Matahari yang tak pernah mengurangi hangat sinarnya
Angin dengan gesitnya menyelusup ribuan daun
menciptakan hempasan suara khas menggelitik bulu kuduk menitipkan kesejukan.

Janganlah menangis apalagi kau torehkan marahmu
Janganlah simpan dendam, biarlah tangan tuhan yang mengadilinya
Jangan kau rusak indahmu karna kekejaman mereka.
Ketika kami sibuk merubah kodrat sang illahi
Hanya kau yang mampu tampil apa adanya
Karna hanya kau yang punyai kealamian sejati.
Masihkah engkau sudi membagi keindahan kalian pada kami yang tak pernah luput dari dosa yang seakan tak terasa. Ampuni kami karna tak dapat saling menjaga dan berusaha untuk hidup lebih tertata..

Iah aku mengerti..

Jika bulan dan matahari dapat berkata, mungkin mereka telah jenuh.
Siang dan malam hanya menyinari makhluk-makhluk yang senantiasa gelap hatinya.

Jika tanah dapat berkata, mungkin ia sudah lelah.
Selalu dipijak oleh makhluk-makhluk yang tidak punyai arah tujuan
dan selalu melangkah dalam kemaksiatan.

Jika langit dapat berkata, mungkin ia telah jera.
Selalu memberi keteduhan pada jiwa-jiwa yang jauh dari kedamaian.

Jika air dapat berkata, mungkin ia telah menggelengkan kepalanya sebagai tanda penolakan
Karena selalu memberi kenikmatan pada jiwa-jiwa yang kehausan akan nikmat dari-Nya.

Jika setiap makanan dapat berkata, mungkin ia sudah memakan dirinya sendiri hingga habis
Karna ia tak ingin lagi selalu memberi kepuasan pada setiap raga yang kelaparan akan ayat-ayat suci-Nya.

Jika angin dapat berkata, mungkin ia akan bungkam seribu bahasa tak lagi meniupkan semilirnya Karna selalu memberi kesejukan pada setiap raga yang terpisah dari ketentraman hati dan pikiran.

Dan jika seluruh alam dapat berkata, mungkin telinga ini berdengung keras
karna seluruh alam ikut berbincang, sebab mereka sudah tak mampu lagi
menampung makhluk-makhluk yang penuh dan berat akan bergelimpangan dosa.

Naudzubilahimindzalik..

Kita hidup berdampingan teramat salah jika kita saling merusak,
Sahabatku, alamku terimalah kami seperti apa adanya kalian menampilkan diri.
Indahmu telah berhasil meghilangkan penat berjuta jiwa
Jangan khawatir masih banyak yang pedulikan dirimu
Karna keaslianmu telah mampu membius dan menghipnotis seribu pasang mata memandang..

Thanks but Sorry


Cerita Lalu..

Harusnya ku tahu diri siapa diri ini
Mendambakannya dengan penuh harap
Bukan maksudku menyiakanmu seakan tak berarti
Bukan inginku mengabaikanmu seperti tak peduli

Ku tak ingin mendustai hati,
Hati yang selalu ku jaga untuknya
walau tak tau masihkah hatinya untukku

Kamu yang selalu jadi sahabatku
Maaf bila salahku melukaimu selama ini
Maaf bila hanya kecewa yang selalu kuberi

Namun terimakasih karena hanya kamu
yang seperti itu yang bisa mengerti ini semua
Terimakasih lagi karena rasa itu
Masih kamu simpan untukku
Yang tak pernah bisa ku membalasnya

Hanya maaf dan terimakasih
Yang bisa ku ungkapkan
Tak ada yang lain
Yang selama ini kamu harapkan..

Meski kamu telah sempat mengesankan hariku yang lalu
Dengan canda tawa yang selama ini kamu artikan berbeda
Lebih indah kurasakan sebagai kawan biasa

Mungkin diri ini terlalu egois untukmu
menginginkanmu tetap disini
Tak lebih dari seorang kawan
Sedangkan aku mendambakannya
Entah seberapa sakit yang kamu rasakan
Namun ku masih berharap padamu
Semoga masih ada arti sahabat dihatimu untukku.


Mengemis Kasih


 
Tuhan Dulu Pernah Aku Menagih Simpati
Kepada Manusia Yang Alpa Jua Buta
Lalu Terheretlah Aku Dilorong Gelisah
Luka Hati Yang Berdarah Kini Jadi Kian Parah

Semalam Sudah Sampai Kepenghujungnya
Kisah Seribu Duka Ku Harap Sudah Berlalu
Tak Ingin Lagi Kuulangi Kembali
Gerak Dosa Yang Menhiris Hati

Tuhan Dosa Itu Menggunung
Tapi Rahmat-Mu Melangit Luas
Harga Selautan Syukurku
Hanyalah Setitis Nikmat-Mu Di Bumi

Tuhan Walau Taubat Sering Kumungkir
Namun Pengampunan-Mu Tak Pernah Bertepi
Bila Selangkah Kurapat Pada-Mu
Seribu Langkah Kau Rapat Padaku

Batasku Asaku




Bila kutercipta dari tulang rusukmu
Mengapa ku mampu sempurnakan hidupmu
Bila ku ada karena kau ada
Mengapa kau tak bisa sendiri saja

Dalam teguh tak larut belaian
Ranum sahaja bukan hiasan
Untaian cinta gapai genggaman
Yakinkan mimpi dalam iman

Batasku sadari raut kodratku
Asaku menari terbalut sorbanmu
Lembutnya jiwa sambut nestapa
Terngiang syahdu iman di dada

Bila cerita tak lagi ceria
Mahligai cinta merona terlena
Senada iman kusimpan derita
Kuatkan hati bersimpuh padaNya…

Yang Terbaik Untukmu


 
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati


 

Renunganku Template by Ipietoon Cute Blog Design