Assalamualaikum Ibu,
Sebelumnya aku minta maaf karena meminta waktu Ibu sejenak untuk
mendengarkanku. aku minta maaf jika perkataan yang akan Ibu dengar
terasa begitu kaku , janggal bahkan mungkin menyinggung hati Ibu.
aku minta maaf jika apa yang dinda yakini benar , masih terasa salah
bagi Ibu. Ijinkan aku mencoba menjadi anak gadis terbaik untuk anak
kesayangan ibu. Biarkan aku menarik nafas sejenak , seraya mengumpulkan
keberanian.
Ibu , sudah hampir sewindu aku mengenal anak ibu. Berusaha memahami
perbedaan di antara kami dan menjembatani apa yang tidak bisa di
persamakan. Selama sewindu itu pulalah , aku mencoba untuk mengenal Ibu.
Berusaha mencari celah yang bisa aku temukan untuk mendapatkan hati
ibu. Tapi aku belum berhasil.
Ibu masih meninggikan dinding tak kasat mata antara kita. aku tau ini
tidak akan mudah. Anak kesayangan ibu telah memilih aku dan mungkin ibu
belum paham alasannya.
aku bukan musuh Ibu. aku tidak hadir untuk menggantikan posisi ibu di
hati anak kesayangan ibu.
aku tidak akan pernah mampu, Bu. aku tidak
masuk ke dalam hidupnya untuk merebutnya dari kehidupan ibu. aku hadir
untuk belajar pada Ibu.
Setidaknya aku ingin mengerti bagaimana Ibu bisa mendidik dia hingga
jadi laki-laki kesayangan semua orang. Suatu saat dinda ingin ada di
posisi Ibu , memiliki anak laki-laki kesayangan yang begitu dicintai
semua orang.
Ibu, lancang rasanya jika aku secara terus terang berkata bahwa anak ibu
adalah laki-laki pilihan aku tapi itu benar adanya. Berjuta kali kami
memutuskan berpisah , tapi aku menjamin bahwa anak kesayangan ibu adalah
rumah bagi aku.
aku bisa menjamin , bahwa sesusah apapun masalah yang akan kami hadapi
nanti , aku tidak akan pergi. Dia tidak akan menghadapi kerasnya dunia
sendirian. aku akan hadir disana , membagi beban dan kesan agar dia
sadar bahwa dia tidak sendirian.
Ibu hanya perlu menerima. Karena kami berkomitmen penuh pada hubungan
ini. Tidak perlu takut bu. Kami sudah dewasa. Kami tau mana yang baik
dan buruk. Sebelum surat ini dinda tutup , ijinkan aku memohon doa
restu dari ibu. Ijinkan aku memohon doa agar selalu diberi kesabaran dan
senyum yang tidak pernah hilang seperti yang ibu tunjukkan pada aku.
Ijinkan dinda belajar dari ibu , untuk anak laki-laki kesayangan ibu.
Terima kasih atas kesempatan dari ibu untuk mengenal aku. Terima kasih
karena sudah membukakan pintu restu dari ibu untuk kami berdua.
Dari anak gadis yang sebentar lagi akan disandingkan dengan anak laki-laki kesayangan ibu. CP








0 komentar orang bijak:
Posting Komentar